Iran dikenal sebagai
negara Islam yang cukup "kolot" dalam menegakkan aturan.
Wanita Iran masa kini semenjak Revolusi Islam Iran yang dicetuskan oleh
Ayatullah Ruhollah Khomeini pada
tahun 1979, tidak bisa lagi sebebas dulu.
Wanita Iran masa kini bisa dibilang terkungkung oleh dominasi kaum pria. Banyak larangan-larangan yang diberlakukan bagi kaum wanita semisal larangan menonton pertandingan sepakbola di stadion. Larangan yang diberlakukan bagi kaum wanita sejak Khomeini menggulingkan kekuasaan Dinasti Pahlevi dibawah kekuasaan
Shah Reza Pahlevi dapat dilihat sekilas dari cara berpakaian para wanita Iran pada kedua era tersebut.
======================================================================
======================================================================
Pemandangan seperti ini tentu sekarang tidak dapat dilihat di negara Iran, rejim sebelumnya Iran adalah merupakan negara yang lebih mendekati sekular dan banyak warganya yang mengadopsi pola hidup orang barat, pergaulan bebas dan jauh dari nilai-nilai agama. Namun ternyata pola hidup seperti itu bukanlah jati diri masyarakat Iran, terbukti setelah datangnya tokoh spiritual juga tokoh
revolusi Ayatullah Khomeini dari pengasingan majoriti penduduk Iran mendukung gerakan revolusi di Negaranya dan merubah negaranya menjadi negara Teokrasi dari sebelumnya yang berbentuk Monarki.
Perubahan tersebut ternyata membawa
negara Iran kepada kemajuan baik kemajuan di bidang teknologi dan kemajuan di bidang agama.
Tekhnologi di negara ini berkembang pesat di bandingkan negara-negara timur tengah lainnya, penduduk perempuan Iran juga tidak lagi mengumbar aurat namun berganti dengan pakaian Islami dengan jubah dan cadar.(memobee.com)